Kilasan Kesehatan

Kenali Perbedaan Stres dan Depresi Serta Cara Mengatasinya!

Stres dan depresi jika dilihat hampir sama, namun kedua hal ini merupakan kondisi yang berbeda. Hampir setiap orang pernah mengalami stres karena berbagai macam hal seperti saat putus cinta, masalah ekonomi, tekanan perusahaan dan lain sebagainya. 

Perasaan cemas, takut, was-was, terasa begitu mencekik hingga beberapa orang menganggap jika dirinya sedang depresi. Lantas, apa sebenarnya perbedaan stres dan depresi itu ? Cari tahu faktanya pada pembahasan kali ini!

Kenali Perbedaan Stres dan Depresi 

Stres merupakan perubahan reaksi tubuh saat menghadapi ancaman, tekanan, atau dihadapkan dengan situasi baru. Ketika stres, tubuh manusia akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. 

Pelepasan hormon ini membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat, otot-otot menjadi tegang, dan pernapasan menjadi lebih cepat. 

Stres umum terjadi pada setiap orang, baik dewasa, anak-anak, maupun lansia. Tubuh bisa memberikan respons positif dan negatif saat menghadapi stres. 

Respons positif seperti meningkatkan kewaspadaan dan bisa beradaptasi dengan baik. Sedangkan respons negatif ditandai dengan rasa cemas, takut, dan disertai beberapa keluhan fisik. 

Bagaimana dengan Depresi? Depresi merupakan gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam sehingga kehilangan terhadap minat hal yang ia sukai. Seseorang dinyatakan dalam kondisi depresi jika sudah 2 minggu ia masih merasa putus asa, sedih, atau tidak berharga. 

Depresi yang tidak segera ditangani dan terus dibiarkan berlanjut bisa menurunkan produktivitas kerja dan berujung pada bunuh diri. 

Gejala Stres dan Depresi 

Perbedaan stres dan depresi yang paling jelas bisa dilihat dari gejalanya. Berikut gejala stres dan depresi yang umumnya terjadi:

Gejala stres 

  1. Emosi 
  • Frustrasi 
  • Mood swing 
  • Sulit untuk menenangkan pikiran 
  • Bingung 
  • Sering menghindar jika bertemu orang 
  1. Fisik 
  • Pusing
  • Lemas 
  • Diare 
  • Mual 
  • Sembelit 
  • Jantung berdebar 
  • Gangguan tidur 
  • Telinga berdengung 
  • Gemetar 
  • Hasrat seksual menurun 
  • Susah menelan 
  • Mulut kering 
  1. Perilaku 
  • Sering menghindari tanggung jawab 
  • Melamun 
  • Menunjukkan sikap gugup 
  • Sering jalan mondar-mandir
  • Merokok atau mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak 
  1. Kognitif 
  • Sering lupa janji atau saat meletakkan barang 
  • Hilang fokus 
  • Cenderung berpikir negatif 
  • Pesimis 

Gejala Depresi 

1.Psikologis 

  • Merasa cemas berlebih 
  • Merasa khawatir berlebih 
  • Emosi tidak stabil 
  • Merasa sangat putus asa 

2.Fisik 

  • Selalu merasa lelah dengan hidup dan rasanya tidak memiliki tenaga 
  • Sering merasakan nyeri dan pusing tanpa sebab yang jelas 
  • Hilangnya nafsu makan 

Penyebab Stres dan Depresi 

Stres dan depresi memiliki penyebab yang hampir sama, seperti berikut ini: 

Penyebab stres 

  • Memiliki keluarga yang tidak harmonis 
  • Pernah mengalami sebuah peristiwa yang membuat trauma 
  • Masalah ekonomi 
  • Tinggal di lingkungan yang tidak sehat 
  • Tuntutan yang terlalu tinggi seperti pekerjaan atau dalam bidang akademik 
  • Putus cinta 
  • Mengalami kejadian buruk seperti dikhianati, perceraian atau terkena PHK
  • Ditimpa musibah seperti berita duka 

Penyebab depresi

  • Mengalami peristiwa yang traumatis seperti melihat anggota keluarga dibunuh 
  • Tidak sanggup menahan tekanan batin seperti ditinggal orang yang dicintai, terlilit masalah keuangan, masalah keluarga
  • Memiliki pola pikir yang salah seperti toxic positivity 
  • Kecanduan obat-obatan terlarang 

Cara Mengatasi Stres dan Depresi 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres dan depresi yaitu : 

Cara mengatasi stres 

  • Beristirahat dengan tidur yang cukup setiap hari 
  • Mendekatkan diri kepada Tuhan 
  • Berusaha selalu berpikir positif 
  • Meluangkan waktu untuk melakukan me time
  • Membagi beban pikiran kepada orang yang dipercaya seperti keluarga 
  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat 
  • Rutin berolahraga 
  • Bersosialisasi dengan orang lain 
  • Melakukan meditasi atau teknik relaksasi seperti yoga 

Cara mengatasi depresi 

  • Melakukan konsultasi kepada psikiater 
  • Terapi psikologis 
  • Mengonsumsi obat anti depresan 
  • Menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit jika depresi yang diderita parah 

Dari bahasan di atas, perbedaan stres dan depresi terlihat sangat jelas. Jika kamu saat ini sedang mengalami kondisi depresi,  konsultasikan diri kamu ke psikiater jika kamu kesulitan dalam mengendalikan diri. Lalu, jika ada orang terdekatmu yang menunjukkan tanda-tanda depresi, beri pendekatan dan perhatian yang lebih atau kunjungi psikiater untuk penanganan lebih baik.

Inilah Manfaat Omega 3 untuk Ibu Hamil

Salah satu nutrisi yang baik untuk ibu hamil adalah omega 3. Omega 3 untuk ibu hamil memiliki manfaat yang baik untuk perkembangan janin, salah satunya adalah mengurangi risiko bayi lahir prematur.

Kandungan omega 3 bagus untuk perkembangan otak dan mata bayi saat masih dalam kandungan. Manfaat lain dari omega 3 dan sumber nutrisi omega 3 dapat kamu ketahui dengan menyimak ulasan berikut ini.

Tentang Omega 3

Asam lemak omega 3 merupakan lemak sehat yang memiliki peran penting untuk membantu perkembangan saraf otak, tubuh dan mata janin dalam kandungan. Bagi ibu hamil yang mengonsumsi omega 3 selama masa kehamilannya memiliki peluang lebih besar melahirkan bayi yang memiliki kekebalan tubuh yang baik.

Omega 3 merupakan kunci struktur dinding sel dalam tubuh dan menjadi sumber energi untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, sistem kekebalan tubuh serta pembuluh darah.

Sumber Omega 3

Ada tiga jenis asam lemak omega 3, yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA), asam eikosapentanoat (EPA) serta asam alfa-linolenat (ALA).

Ada banyak sumber asam lemak omega 3 untuk ibu hamil, berikut diantaranya:

  • Ikan dan makanan laut

Salah satu sumber omega 3 yang dapat dikonsumsi ibu hamil adalah ikan dan makanan laut. Pastikan untuk memilih ikan dengan kandungan merkuri rendah, seperti ikan sarden, salmon, haring, lele dan teri.

Makanan laut rendah merkuri yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil seperti cumi-cumi, udang, tiram dan lobster.

Ibu hamil harus waspada terhadap ikan tinggi merkuri, karena merkuri yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan sistem saraf dan otak. Selain itu, merkuri dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, pernapasan, pendengaran serta pertumbuhan.

Contoh ikan yang mengandung merkuri berlebih adalah makarel, tuna dan ikan marlin.

  • Kacang kenari

Walnut atau kacang kenari adalah pilihan camilan sehat untuk ibu hamil yang kaya akan omega 3. Kacang jenis ini mengandung lebih banyak ALA daripada jenis kacang yang lain. ALA memiliki manfaat yaitu menurunkan peradangan yang dapat menyebabkan terjadinya preeklamsia dan diabetes gestasional.

  • Telur omega 3

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi telur omega 3 sebagai sumber DHA. Kuning telur sendiri sebenarnya sudah mengandung omega 3, namun kandungannya tidak terlalu tinggi jadi tidak dikategorikan sebagai sumber omega 3. Oleh karena itu, ibu hamil lebih baik memilih telur yang mengandung omega 3 tinggi.

  • Biji rami

Selain mengandung omega 3 untuk ibu hamil, biji rami (flaxseed) juga mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk ibu hamil. Misalnya serat yang melancarkan pencernaan serta menurunkan kolesterol darah.

Ibu hamil dapat mengonsumsi biji rami yang sudah berbentuk bubuk karena biji rami tidak bisa dikonsumsi secara utuh. Biji rami dapat dicampurkan dalam yogurt, roti dan kue.

Mengapa Omega 3 Penting untuk Ibu Hamil?

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang kandungan DHA-nya tinggi dalam darahnya, dapat melahirkan bayi dengan kemampuan motorik, inderawi dan kognitif yang baik.

Kemampuan tersebut berkaitan erat dengan kecerdasan anak, jadi omega 3 dapat membantu anak yang lahir memiliki kecerdasan yang baik. Selain itu, anak juga akan memiliki kekebalan tubuh yang baik dan jarang terserang penyakit.

Mengonsumsi omega 3 setelah melahirkan juga dapat memperlancar ASI, sehingga anak akan mendapat supply ASI yang cukup.

Itulah pentingnya omega 3 untuk ibu hamil, konsumsi omega 3 selama masa kehamilan untuk membantu tumbuh kembang calon buah hati.

Mengenal Vulvovaginal Candidiasis, Infeksi Jamur pada Vagina

Istilah vulvovaginal candidiasis mungkin terdengar asing bagimu. Namun, tahukah kamu bahwa vulvovaginal candidiasis adalah infeksi pada vagina yang sering dialami oleh wanita? Saking seringnya, peneliti meyakini 3 dari 4 wanita pernah mengalami vulvovaginal candidiasis.

Mengingat risiko infeksi yang sangat sering terjadi, kamu perlu tahu lebih lanjut tentang vulvovaginal candidiasis. Simak baik-baik artikel di bawah ini mengetahuinya, yuk!

Pengertian vulvovaginal candidiasis

Vulvovaginal candidiasis adalah infeksi jamur pada vagina. Kondisi ini sering disebut juga dengan vaginal candidiasis dan candidal vaginitis. Selain itu, banyak pula yang menyebut infeksi ini hanya dengan sebutan Candidiasis

Kandidiasis vagina banyak dialami oleh wanita, khususnya yang masih berada dalam usia reproduksi. Wanita dewasa yang telah pubertas atau telah menopause pun juga memiliki risiko terkena infeksi, tetapi tidak sebesar perempuan dalam usia reproduksi.

Penyebab vulvovaginal candidiasis

Kandidiasis vaginalis disebabkan oleh jamur yang bernama Candida albicans. Sebenarnya, jamur ini hidup secara alami dalam tubuh. Candida albicans bisa ditemui dalam mulut, kulit, tenggorokan, usus, dan vagina dalam jumlah yang sedikit.

Kehadiran candida dalam vagina diseimbangkan oleh lactobacillus yang berfungsi mencegah pertumbuhan berlebih dari jamur candida. Peran lactobacillus sangat penting, sebab jumlah Candida albicans dalam vagina tidak boleh terlalu banyak.

Jika jamur candida tumbuh berlebihan, ia akan masuk ke dalam lapisan sel vagina sehingga menyebabkan vulvovaginal candidiasis. Pertumbuhan candida yang tidak terkontrol itu bisa disebabkan oleh:

  • Penggunaan antibiotik
  • Penggunaan kontrasepsi oral atau terapi hormon
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Kehamilan. Ibu hamil yang memiliki kadar hormon estrogen tinggi lebih mudah terkena infeksi jamur kandida
  • Terganggunya sistem imun, bisa karena infeksi HIV, kemoterapi, atau penggunaan steroid.

Gejala vulvovaginal candidiasis

Gejala vulvovaginal candidiasis terdiri dari gejala ringan dan berat. Gejala-gejala yang perlu kamu waspadai yaitu:

  • Rasa sakit dan nyeri pada vagina
  • Rasa gatal dan iritasi pada vagina serta vulva
  • Rasa panas seperti terbakar ketika buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Vulva bengkak dan kemerahan
  • Terdapat ruam pada vagina
  • Keputihan tidak normal yang berwarna putih dan berbentuk gumpalan kental
  • Terdapat robekan kecil atau luka pada vulva.

Pengobatan vulvovaginal candidiasis

Kapan kamu harus ke dokter? Kamu bisa mengunjungi dokter jika mengalami gejala-gejala infeksi jamur pada vagina di atas.

Diagnosis oleh dokter dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina. Sampel tersebut kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk melihat adanya pertumbuhan jamur Candida albicans.

Pengobatan yang efektif untuk menghilangkan kandidiasis vaginalis yaitu:

  • Minum obat antijamur seperti flukonazol atau itrakonazol.
  • Mengoleskan krim antijamur ke dalam vagina, seperti mikonazol, klotrimazol, butokonazol, dan terconazole.
  • Menggunakan obat antijamur untuk vagina dalam bentuk tablet atau suppositoria, seperti mikonazol.

Pencegahan vulvovaginal candidiasis

Vulvovaginal candidiasis tentu bisa kamu cegah dengan mengikuti cara-cara di bawah ini:

  • Mengenakan pakaian dalam dari bahan katun agar bisa menyerap keringat.
  • Menghindari pemakaian pakaian dalam dan stocking yang terlalu ketat.
  • Menghindari penggunaan sabun pembersih area intim, pembalut, atau tampon yang beraroma.
  • Menghindari penggunaan douche, yaitu cairan pembersih vagina yang mengandung air, cuka, dan pewangi. Douche akan menghilangkan bakteri normal di vagina yang berguna untuk menghindari infeksi.
  • Tidak mengenakan pakaian dalam yang basah untuk terlalu lama. Baik basah karena keringat, cairan keputihan, atau darah menstruasi.
  • Berhati-hati dengan penggunaan antibiotik. Tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dari dokter. Hanya gunakan antibiotik ketika dibutuhkan dan sesuai dengan anjuran dokter.

Meskipun vulvovaginal candidiasis adalah kondisi yang banyak dialami oleh wanita, jangan sampai kamu menyepelekannya, ya. Sebab, infeksi vagina yang disebabkan oleh jamur itu bisa kronis jika tidak ditangani.

Lebih baik kamu mencegah daripada mengobati. Maka, yuk sayangi dirimu dengan menjaga kebersihan area kewanitaan agar tidak terkena infeksi jamur vagina.

7 Cara Berhubungan Intim Yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan

Bagi pasangan suami-istri, aktivitas seksual yang dilakukan tidak selalu berbuah pada hamilnya seorang istri. Terkadang, pasangan suami-istri mencari cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan karena mereka sudah tidak ingin memiliki momongan lagi. 

Banyak alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, seperti tuntunan pekerjaan ataupun ingin memperdalam hubungan antara kedua pasangan tersebut.

Ingin tahu apa saja cara yang bisa dilakukan saat berhubungan intim untuk mencegah terjadinya kehamilan seorang istri? Langsung saja, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini:

Ingin Mencegah Kehamilan? Ikuti Cara Berikut!

Secara umum, banyak cara yang bisa dilakukan oleh pasangan suami-istri untuk mencegah kehamilan saat melakukan hubungan seksual. Tentu saja, cara-cara tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan yang bisa kamu praktikkan nantinya:

  • Jangan melakukan aktivitas seksual saat kondisi haid

Melakukan aktivitas seksual saat istri sedang haid memungkinkan sperma suami akan bertahan di dalam rahim istri. Terlebih lagi, sperma pria bisa bertahan hidup di dalam rahim selama lima hari.

Sehingga, secara tidak langsung, memungkinkan sperma tersebut untuk membuahi sel telur wanita yang akan dilepaskan setelah masa haid berakhir.

  • Gunakan alat kontrasepsi

Cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan tanpa kb bisa dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom.

Pastikan suami menggunakan kondom secara benar sesuai aturan pemakaian yang sudah dianjurkan. Mengapa? Pemakaian kondom yang tidak benar bisa mengakibatkan kebocoran dan membuat sperma yang tertahan di dalam kondom masuk ke dalam vagina.

Dengan demikian, kondisi tersebut bisa membuat istri tetap mengalami kehamilan, meskipun sudah menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi.

Apabila kamu menggunakan alat kontrasepsi dan menjalankan semua anjuran yang diberikan oleh dokter, maka penggunaan alat kontrasepsi sangat bagus untuk mencegah terjadinya kehamilan pada istri.

  • Usia

Seorang wanita akan mengalami masa subur atau bisa mengalami proses kehamilan saat mereka berada di usia 20 hingga 30-an tahun.

Saat mencapai usia 40 tahun ke atas, seorang wanita akan mengalami menopause atau masa di mana seorang wanita tidak lagi mengalami haid. Sehingga, saat melakukan hubungan intim pada usia menopause tersebut, risiko untuk hamil sangat rendah.

  • Memasuki masa menyusui

Saat seorang wanita berada pada masa menyusui, kemungkinan untuk terjadinya kehamilan sangat rendah.

Pada saat itu, hormon estrogen wanita akan ditahan tubuh secara alami. Hormon estrogen berperan penting bagi wanita untuk memperoleh menstruasi di setiap bulannya. Kondisi tersebut memungkinan istri sangat rendah untuk hamil usai berhubungan seksual.

  • Menggunakan metode “pull out” bagi pria

Pull out merupakan metode atau cara dalam berhubungan intim yang harus kamu ketahui karena cukup efektif mencegah terjadinya proses kehamilan pada istri.

Saat seorang pria akan mencapai klimaks atau orgasme, cairan sperma tidak dikeluarkan di dalam organ intim wanita, melainkan di keluarkan di luar. 

Hal tersebut untuk mencegah terjadinya bertemunya sperma pria dengan sel telur wanita melalui proses pembuahan. 

Meski demikian, metode pull out tetap berpotensi kecil menimbulkan kehamilan karena terkadang cairan semen yang masuk ke dalam vagina mengandung sel sperma. Sel sperma itulah yang bisa membuah sel telur di dalam tuba fallopi nanti.

Gaya Seks yang Tidak Menyebabkan Kehamilan

Selain itu, kamu juga bisa mengenal tentang cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan dengan memilih untuk menerapkan berbagai posisi gaya berhubungan seksual yang pas. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  • Posisi hypersex
  • Posisi sitting-cowgirl atau wanita berada pada posisi duduk saat berhungan intim.
  • Posisi reverse-cowgirl atau wanita berada pada posisi membelakangi pria saat berhungan intim.
  • Posisi on-the-lap atau posisi di mana seorang wanita berada di pangkuan pria saat melakukan aktivitas seksual.
  • Posisi standing atau posisi di mana pasangan, baik suami maupun istri, kedunya berada dalam keadaan berdiri untuk melakukan aktivitas seksual.

Cara berhubungan intim yang tidak mengakakibatkan kehamilan seperti di atas bisa kamu pelajari dengan baik. Tentunya enam cara di atas ditambah dengan penentuan gaya seksual memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semoga bermanfaat!