Kilasan Kesehatan

Memulihkan dan Menjaga Kesehatan Mental dengan Art Therapy 

Mungkin Kamu pernah mendengar metode art therapy yang akhir-akhir ini cukup sering dibicarakan dan dijadikan sebagai salah satu metode dalam terapi pemulihan dan serta menjaga kesehatan mental.

Apa sih sebenarnya art therapy itu serta benarkah efektif bagi terapi kesehatan mental atau mental health? Yuk, simak terus artikel ini untuk penjelasan lebih lanjut.

Berdasarkan penjelasan dari American Art Therapy Association, art therapy, atau yang dalam bahasa Indonesia bisa disebut terapi seni, merupakan sebuah metode terapi untuk membantu memulihkan dan menjaga kesehatan mental dengan menggabungkan seni dan psikologi.

Cara melakukan art therapy atau terapi seni ini sendiri harus dilakukan oleh seorang therapist yang memiliki kualifikasi serta sertifikasi khusus dalam bidang seni dan psikologi. Seorang terapis art therapy akan memberikan terapi baik kepada individu, keluarga, maupun kelompok untuk menciptakan karya seni yang merangsang kreativitas sekaligus menerapkan teori-teori psikologi untuk membantu memulihkan klien dari masalah kesehatan mentalnya.

Macam-Macam Art Therapy

Dalam melakukan art therapy, ada banyak sekali bentuk kegiatan seni kreatif yang bisa diberikan oleh seorang terapis profesional kepada kliennya. Keberagaman kegiatan berkesenian ini umumnya akan disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi, serta kenyamanan klien, atau berdasarkan pertimbanga-pertimbangan tertentu dari sang terapis.

Berikut adalah beberapa contoh art therapy yang bisa dilakukan dalam terapi mental health:

  1. Mewarnai
  2. Menggambar
  3. Melukis
  4. Fotografi
  5. Membuat prakarya dari bahan-bahan bekas, kayu, kain, kertas, dll
  6. Menulis kreatif
  7. Memahat
  8. Membuat gerabah atau kerajinan tangan lain dari tanah liat (clay)

Semua bentuk kegiatan seni dapat dijadikan sebagai pilihan kegiatan dalam metode art therapy. Hanya tinggal di sesuaikan saja dengan kondisi, kebutuhan, preferensi, serta kenyamanan dari klien.

Manfaat Art Therapy Dalam Konseling 

Kegiatan seni yang dilakukan dalam konseling kesehatan mental tidaklah sama dengan kegiatan seni biasa. Jika kegiatan berkesenian yang biasa lebih berfokus pada penciptaan karya seni yang artistik, maka kegiatan seni dalam art therapy tidaklah berorientasi pada hasil karya seninya memainkan pada fokus dan mental klien saat melakukan prosesnya.

Kegiatan seni dalam art therapy memang sengaja dirancang dan dilakukan dengan mengkombinasikannya dengan ilmu psikologi untuk membantu klien dengan masalah kesehatan mental.

Berikut adalah beberapa manfaat terkait kesehatan mental yang ingin dicapai dengan art therapy, anta lain:

  1. Membantu mengurangi stress
  2. Melatih kreativitas dan fokus
  3. Melatih dan meningkatkan kemampuan fungsi kognitif
  4. Meningkatkan melatih fungsi sensorik serta motorik
  5. Membantu menyalurkan emosi atau perasaan yang negatif menjadi bentuk kegiatan yang positif
  6. Membantu untuk memupuk dan meningkatkan rasa percaya diri serta memberanikan diri dalam berekspresi secara positif
  7. Membantu mengurangi rasa rendah diri serta minder
  8. Membantu melatih kekuatan mental
  9. Membantu mengenali diri sendiri
  10. Membantu melatih diri dalam kemampuan sosial atau bersosialisasi
  11. Membantu dalam mengurangi konflik atau perselisihan, baik konflik dalam diri sendiri maupun konflik dengan orang lain
  12. Membantu mengatasi masalah perilaku sosial pada anak
  13. Membantu mengurangi depresi

Manfaat utama dari art therapy memang adalah untuk membantu memulihkan serta menjaga kesehatan mental.

Dengan melakukan kegiatan-kegiatan seni kreatif yang membahagiakan serta membutuhkan fokus, maka seorang individu yang mempunyai isu kesehatan mental sedang dilatih untuk pelan-pelan mengarahkan fokusnya pada hal yang positif, menyenangkan dan kreatif sehingga memicu ketenangan dan kestabilan mentalnya.

Idealnya, art therapy memang harus dilakukan oleh seorang profesional. Hal ini tentunya berkaitan dengan pengawasan serta program yang terukur utamanya jika seorang klien yang menjalani art therapy memiliki isu kesehatan mental yang cukup serius.

Namun, bagi Kamu yang ingin melakukan healing atau terapi seni secara mandiri di rumah untuk mengatasi stress dan ingin menyalurkan emosi serta perasaan negatif ke bentuk yang positif.

Saat ini, telah ada instrumen seperti buku art therapy mewarnai yang dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk sederhana yang bisa kamu terapkan untuk sekedar menghilangkan stress dan menjaga kesehatan mentalmu secara mandiri dengan art therapy.

Mengapa Kita Harus Mencuci Tangan Sebelum Makan, Ini Alasannya!

Pernahkan Kamu bertanya-tanya mengapa kita harus mencuci tangan sebelum makan? atau mungkin sebagai orang dewasa dan orang tua, kamu menghadapi pertanyaan serupa yang dilontarkan oleh anak-anak yang memiliki daya penasaran tinggi.

Yuk, terus simak artikel ini untuk tahu lebih lanjut mengenai mengapa kita harus mencuci tangan sebelum makan.

Mencuci tangan merupakan sebuah kegiatan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk upaya paling sederhana untuk mencegah penyebaran kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Sebagai salah satu organ tubuh yang paling aktif digunakan, tangan kita hampir selalu berkontak, bersentuhan atau menyentuh, dengan segala macam hal dan permukaan.

Hal ini tentunya dapat berpotensi besar terjadinya kontaminasi permukaan kulit tangan dengan kuman dan bakteri penyebab penyakit yang terdapat pada permukaan barang atau benda yang disentuh oleh tangan.

Oleh sebab itu, tujuan utama dari anjuran cuci tangan adalah untuk menjaga kebersihan serta mencegah kontaminasi tangan dari bakteri dan kuman penyebab penyakit.

Utamanya saat sebelum makan kita harus mencuci tangan dan memastikan tangan dalam kondisi bersih dan bebas dari kuman dan bakteri agar tidak mengkontaminasi makanan dan menyebabkan penyakit pencernaan.

Manfaat Cuci Tangan Sebelum Makan

Di benak Kamu mungkin juga muncul pertanyaan tentang apa akibatnya jika tidak mencuci tangan sebelum makan? Jawabannya adalah tentu saja memperbesar risiko kontaminasi kuman dan bakteri dari tangan ke makanan yang kita makan.

Jika makanan yang terkontaminasi bakteri dan kuman itu masuk ke tubuh kita, tentunya bisa menyebabkan timbulnya beberapa penyakit khususnya yang berkaitan dengan penyakit pencernaan.

Beberapa manfaat mencuci tangan sebelum makan antara lain:

  1. Membersihkan tangan dari kuman dan penyakit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tangan kita sangat aktif berkontak dengan berbagai macam permukaan benda, baik itu makhluk hidup maupun benda mati, bahkan dengan manusia lain.

Setiap permukaan yang bersentuhan dengan tangan kita punya potensi telah terkontaminasi dengan kuman dan bakteri, sehingga dengan rajin cuci tangan, kita bisa membersihkan tangan dari kuman dan bakteri yang menempel karena kita menyentuh berbagai hal tadi dalam kegiatan kita sehari-hari.

  1. Mencegah penyebaran kuman dan penyakit serta mikroorganisme lainnya

Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dapat membersihkan tangan dari kuman dan bakteri serta mikroorganisme penyebab penyakit. Sehingga dengan rajin mencuci tangan kita akan bisa mencegah persebarannya.

  1. Memutus rantai penyebaran virus berbahaya

Di masa pandemi Covid-19, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih menjadi syarat wajib dan bentuk tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan. Hal ini tentu saja karena dengan menjaga kebersihan tangan dan rajin cuci tangan bisa mencegah persebaran virus berbahaya seperti Covid-19.

  1. Sebagai bentuk preventif perlindungan diri

Mencuci tangan adalah upaya preventif untuk melindungi diri kita dari kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Hal ini juga dapat memberi manfaat bagi sisi ekonomi. Jika kita sehat, tidak terkena penyakit yang bersumber dari bakteri dan kuman penyebab penyakit, maka kita pun menghemat pengeluaran untuk berobat.

Cara Mencuci Tangan

Setelah mengetahui manfaat dan keutamaan mencuci tangan, terutamanya saat sebelum makan, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

Baik organisasi kesehatan internasional seperti WHO dan nasional yakni Kemenkes telah memberikan anjuran bagaimana cara mencuci tangan yang benar.

Berikut ini adalah langkah-langkah cara mencuci tangan yang benar dan sangat dianjurkan:

  1. Basahi tangan secara menyeluruh dari telapak tangan hingga punggung tangan dengan air bersih. Dianjurkan menggunakan air mengalir.
  2. Gunakan sabun untuk cuci tangan, atau sabun anti kuman. Lebih disarankan menggunakan sabun berbentuk cair.
  3. Gosok seluruh bagian tangan mulai dari telapak tangan, masing-masing jari mulai dari kelingking hingga ibu jari, sela-sela jari, serta punggung tangan. Bersihkan pula bagian bawah kuku.
  4. gosok tangan dan seluruh bagiannya setidaknya selama 30-40 detik.
  5. Bilas tangan hingga bersih dari sisa sabun menggunakan dengan air mengalir. Lalu keringkan dengan handuk, pengering tangan, atau tisu yang bersih.

Nah, demikianlah penjelasan mengapa kita harus mencuci tangan sebelum makan, yakni untuk membersihkan tangan dari kontaminasi kuman, bakteri, dan mikroorganisme penyebab penyakit. Dengan rajin mencuci tangan sesuai anjuran yang diberikan, diharapkan kebersihan dan kesehatanmu akan senantiasa terjaga.

Memilih Sunscreen untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Selama masa kehamilan dan menyusui seorang perempuan lazim mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya. Perubahan ini utamanya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang mempengaruhi baik kondisi fisik dan mental, bahkan habit atau kebiasaan.

Oleh sebab itu perlu adanya penyesuaian yang perlu dilakukan oleh seorang perempuan selama masa hamil dan menyusui. Termasuk dalam hal memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui.

Dalam hal perawatan kulit, fungsi Sunscreen adalah untuk memberi perlindungan dari bahaya sinar ultraviolet (UV-A dan UV-B) dari matahari. Sunscreen memang sangat penting untuk diaplikasikan karena mampu mencegah bahaya sinar matahari yang dapat memicu kanker serta menimbulkan berbagai masalah kulit mempercepat penuaan dini.

Namun, sebagai sebuah produk yang terdiri dari beragam bahan kimia, memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui juga harus disesuaikan.

Beberapa dari kamu mungkin bertanya apakah ibu hamil boleh pakai sunscreen?

Jawabannya adalah tentu saja boleh. Menggunakan sunscreen untuk ibu hamil justru sangat disarankan.

Hal ini dikarenakan sunscreen dapat membantu mencegah dan melawan bahaya paparan sinar matahari di kulit ibu hamil yang cenderung lebih sensitif karena adanya aktivitas hormonal yang berubah. Oleh sebab itu memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui yang aman dan tidak membahayakan bayi merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh ibu.

Sebelum membahas tips memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui, Kamu wajib tau bahwa sunscreen sendiri terdiri atas tiga jenis yakni:

  1. Chemical sunscreen

Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar utraviolet dari matahari dan kemudian memecahnya agar tidak masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Chemical sunscreen terdiri dari beragam bahan kimia aktif seperti oxybenzone, avobenzone, octinoxate, octocrylene, octisalate, dan ecamsule.

Sunscreen jenis ini telah terbukti mampu menjaga kulit dari bahaya paran sinar UV. Keunggulan lainnya dalah mudah diserap kulit, tekturnya ringan, serta tidak menimbulkan white cast atau lapisan putih di permukaan kulit.

Namun demikan, chemical sunscreen memiliki potensi risiko efek samping yang lebih tinggi, seperti iritasi dan alergi, utamanya bagi pemilik kulit sensitif. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia dalam chemical sunscreen yang diserap oleh kulit dan masuk ke sistem peredaran darah.

  1. Physical sunscreen

Physical sunscreen disebut juga mineral sunscreen. Sunscreen ini bekerja dengan cara membentuk lapisan di permukaan kulit untuk memantukan sinar ultaviolet dari matahari sehingga tidak masuk ke dalam kulit. Dengan kata lain, physical sunscreen bekerja seperti pasukan benteng yang menghalangi sinar UV masuk.

Physical sunscreen terdiri dari bahan aktif utama seperti titanium dioxide dan zinc oxide. Sunscreen ini juga sudah terbukti efektif untuk menangkal bahaya sinar UV. Namun, biasanya banyak orang yang kurang suka dengan chemical sunscreen karena menimbulkan white cast di kulit serta kurang cocok untuk kulit berjerawat dan berminyak.

  1. Hybrid sunscreen

Hybrid sunscreen hadir sebagai terobosan baru, yakni sebagai gabungan antara physical dan chemical sunscreen.

Sunscreen jenis hybrid ini punya keunggulan untuk lebih tidak mengiritasi kulit seperti physical sunscreen sekaligus tidak menimbulkan white cast layaknya chemical sunscreen. Sunscreen hybrid juga dinilai lebih cocok untuk jenis kulit berjerawat dan berminyak serta kombinasi.

Namun, ada juga pendapat yang menyebutan bahwa kekurangan dari hybrid sunscreen adalah efektivitasnya yang mudah menurun sehingga harus lebih sering mengaplikasikan ulang.

Nah, setelah tahu tentang jenis-jenis sunscreen, perbedaan, serta kelebihan dan kekurangannya, maka kini tiba saatnya kita membahas tips memilih sunscreen aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Satu tips utama dalam memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusia adalah menghindari suncreen yang mengandung oxybenzone dan benzophenone-3. Menurut para ahli kedua bahan aktif ini dapat diserap tubuh dan masuk ke plasenta sehingga dapat mempengaruhi hormon serta berbahaya bagi janin sekaligus dapat mempengaruhi ASI ibu.

Para ahli merekomendasikan ibu hamil dan menyusui untuk memilih sunscreen yang berbahan dasar titanium dioxide dan zinc oxide atau mineral sunscreen. Sunscreen jenis ini dinilai lebih aman karena tidak diserap ke dalam kulit sehingga mengurangi risiko terserap ke sistem aliran darah dan plasenta.

Nah, demikian tips memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui yang aman. Kamu sebaiknya beralih memilih mineral sunscreen yang bebas dar kandungan oxybenzone dan benzophenone-3 selama masa hamil dan menyusui agar terhindar dari risiko yang dapat memberi efek samping bagi bayi.

Bahaya Darah Saat Hamil, Atasi Penyebabnya!

Darah rendah merupakan salah satu kondisi yang paling umum dialami ibu hamil. Namun demikian, tekanan darah yang terlalu rendah juga dapat berdampak buruk bagi ibu dan janin. Untuk itulah, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat diperlukan bagi ibu hamil. Lantas, apakah darah rendah saat hamil berbahaya? Simak penjelasan di bawah ini ya.

Penyebab Darah Rendah Saat Hamil

Tekanan darah dapat dikatakan normal jika berada pada batasan 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka di depan (90 dan 120) menunjukkan tingkat tekanan sistolik, yaitu saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan angka di belakang garis miring (80 dan 60) menunjukkan tingkat tekanan diastolik, yaitu ketika jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa darah.

Itu berarti, ibu hamil dikatakan mengalami tekanan darah rendah jika tekanan darahnya berada di bawah 90/60 mmHg.

Tekanan darah rendah saat hamil biasanya disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan. Selain itu, pertambahan beban janin juga dapat menyebabkan sistem peredaran darah bekerja lebih cepat sehingga tekanan darah menurun. Ibu yang memiliki tekanan darah rendah sebelum hamil juga dapat menambah faktor risiko darah rendah saat hamil.

Beberapa faktor lain yang berpotensi menjadi sebab rendahnya tekanan darah selama kehamilan antara lain adalah kekurangan darah merah (anemia), dehidrasi, kekurangan nutrisi (malnutrisi), masalah pada jantung seperti detak jantung lemah (bradikardia), masalah katup jantung, dan gagal jantung.

Bahaya Darah Rendah Saat Hamil

Pada dasarnya, darah rendah saat hamil memang biasa terjadi dan dapat kembali normal setelah melahirkan. Namun tekanan darah rendah juga dapat menjadi serius jika tidak segera diatasi. Hal ini dapat menyebabkan ibu hamil menjadi lemas hingga terjatuh pingsan.

Tekanan darah rendah saat hamil juga dapat menyebabkan berat badan lahir rendah karena terkendalanya asupan nutrisi ke janin selama kehamilan. Selain itu, Tekanan darah yang sangat rendah juga dapat menjadi tanda komplikasi kehamilan ektopik hingga anestesi epidural atau spinal.

Dalam takaran yang lebih parah seperti pada pasien sepsis atau komplikasi infeksi, penurunan tekanan darah secara drastis berisiko menyebabkan kerusakan organ (stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung).

Gejala Darah Rendah Saat Hamil

Agar dapat ditangani dengan baik, yuk kenali gejala darah rendah saat hamil sebelum terlambat. 

Pada umumnya gejala yang dialami tidak jauh berbeda dengan darah rendah saat tidak atau belum hamil. Gejala paling umum yang ditunjukkan antara lain:

  • Merasa pusing, terutama saat berubah posisi secara tiba-tiba 
  • Merasa mual
  • Pusing hingga menyebabkan pingsan
  • Mudah merasa lelah atau bahkan semakin memburuk

Namun tak menutup kemungkinan, penderita darah rendah juga merasakan hal-hal sebagai berikut:

  • Kesulitan bernapas
  • Wajah terlihat pucat
  • Permukaan kulit terasa dingin
  • Mudah merasa haus hingga rasa haus yang berlebihan
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Gangguan penglihatan 
  • Merasa lemah, lesu, lunglai
  • jantung berdebar-debar.
  • Depresi

Jangan lupa untuk menjelaskan keadaanmu dan apa yang kamu rasakan setiap kali memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mencegah Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

Meski tekanan darah rendah saat hamil pada umumnya tak berbahaya, namun gejala yang dirasakan dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Untuk itu, seperti kata pepatah “lebih baik mencegah dari pada mengobati”, berikut upaya pencegahan yang dapat kamu lakukan agar tak mengalami tekanan darah rendah selama masa kehamilan:

  • Mengugbah posisi secara perlahan untuk menghindari pusing. Hal ini perlu dilakukan ketika bangun dari tidur berbaring, atau mengubah posisi dari duduk ke berdiri.
  • Mengetahui batas diri sendiri. Kenali saat-saat kamu merasa pusing dan mau pingsan. Segeralah duduk sebelum bertambah parah.
  • Menjaga napas agar tetap teratur
  • Posisi tidur menghadap kiri untuk meningkatkan aliran darah ke jantung
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman agar tak mengganggu aliran darah
  • Cukup istirahat dan minum air putih
  • Menjaga pola makan teratur dengan gizi seimbang
  • Olahraga secara rutin
  • Menghindari posisi berdiri terlalu lama

Itulah hal-hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah darah rendah saat hamil. Selain tips di atas, jangan lupa untuk rutin mengonsumsi vitamin dan suplemen tambahan sesuai anjuran dokter kandungan. Terakhir, lakukan pemeriksaan kandungan sekaligus pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk menjaga kandunganmu selalu sehat.

Gangguan Kepribadian Paranoid: Gejala, Pemicu dan Gangguan Lain yang Berkaitan

Selain penyakit atau gangguan fisik, manusia juga bisa mengalami gangguan yang berhubungan dengan mental atau kepribadian. Salah satu gangguan kepribadian yang bisa dialami seseorang adalah gangguan kepribadian paranoid atau paranoid personality disorder (PPD). 

PPD adalah ganguan psikologis yang membuat penderitanya memiliki rasa curiga atau rasa takut yang berlebihan terhadap suatu hal. Dengan gangguan tersebut, penderita gangguan kepribadian paranoid akan mengalami kendala dalam kehidupan sosial karena sulitnya mempercayai orang-orang di sekitar.

Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid

Ada beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita PPD. Apa sajakah itu?

  1. Memiliki keraguan besar terhadap janji, kesetiaan, atau komitmen orang lain. Bagi penderita PPD, hal-hal tersebut adalah bentuk omong kosong atau tipu daya semata.
  2. Takut untuk berbagi atau menceritakan suatu hal karena menganggap semua informasi yang dikatakan.
  3. Selalu merasa bahwa berbagai hal dari luar dapat membahayakan dan bahkan merendahkan mereka.
  4. Memiliki perasaan yang sangat sensitif dan cenderung antikritik.
  5. Selalu berusaha menganggap ada sesuatu tersembunyi dari perkataan yang terlihat biasa saja.
  6. Memiliki anggapan berlebihan bahwa pasangannya tidak setia atau selingkuh diam-diam.
  7. Bersikap posesif dan berusaha mengontrol pasangan karena takut dikhianati
  8. Suka mencari musuh, cenderung keras kepala, dan memiliki sikap argumentatif.
  9. Selalu merasa bahwa dirinya benar tanpa mau melihat berbagai sudut pandang.
  10. Susah untuk merasa rileks.

Pemicu Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid dapat disebabkan oleh berbagai hal yang berasal darilingkungan maupun secara biologis. Anak-anak yang terabaikan secara emosional maupun fisik, serta tidak mendapat kasih sayang atau pengawasan yang cukup dapat menderita gangguan ini. 

Selain itu, faktor genetis dari orang tua yang menderita penderita PPD itu sendiri  serta penderita skizofernia dan skizotipal (gangguan kepribadian yang membuat seseorang susah memiliki hubungan dekat dengan orang lain) juga dipercaya menjadi pemicu munculnya paranoid.

Diagnosa Gangguan Kepribadian Paranoid

Umumnya, diagnosa PPD akan dilakukan dengan dua langkah. Pasien yang diduda menderita gangguan ini akan dibawa ke ahli kesehatan atau dokter umum untuk mendapat pemeriksaan secara fisik agar bisa mengetahui kondisi medis yang bisa menjadi pemicu.

Setelahnya, dokter akan membuat rujukan ke psikiater atau psikolog untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan mental dan psikis. Nantinya, psikiater atau psikolog akan melakuan serangkaian tes dengan menanyai pasien seputar masa kecil, lingkungan, hubungan dengan orang-orang sekitar, serta kehidupan di rumah maupun di luar rumah (sekolah, kampus, atau tempat kerja).

Gangguan Lain yang Berkaitan

 Ada beberapa gangguan psikis lain yang berkaitan dengan PPD dan bahkan bisa muncul bersamaan, yaitu:

  1. Avoidant Personality Disorder (AVPD)

Avoidant personality disorder atau gangguan kepribadian menghindar merupakan gangguan yang membuat penderitanya merasa enggan untuk bersosialisasi dan ingin menarik diri dari lingkungan. Mereka akan merasa tidak nyaman, grogi, serta takut dengan keberadaan banyak orang di sekitar.

  1. Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline personality disorder adalah gangguan kepribadian yang membuat penderitanya mengalami mood swing, kesulitan dalam hubungan, serta sulit untuk mengontrol emosi. Gangguan ini dapat diperparah apabila penderita terbiasa mengalami kecemasan, depresi, serta gangguan makan. Penderita BPD umumnya memiliki kemungkinan besar untuk melakukan tindakan bunuh diri.  

  1. Antisocial Personality Disorder (ASPD)

Antisocial personality disorder adalah kondisi mental yang membuat penderitanya sulit untuk mengatur perilaku di hadapan orang lain sehingga menjadi sosok yang cenderung kasar, manipulatif, dan sembrono. Penderita ASPD juga terbiasa menyalahkan orang lain atas masalahnya dan bahkan tidak memiliki rasa bersalah atas sikap buruknya pada orang lain.

Itulah penjelasan mengenai gangguan kepribadian paranoid mulai dari gejala, pemicu, diagnosa, hingga gangguan lain yang berkaitan.

Kenali Perbedaan Stres dan Depresi Serta Cara Mengatasinya!

Stres dan depresi jika dilihat hampir sama, namun kedua hal ini merupakan kondisi yang berbeda. Hampir setiap orang pernah mengalami stres karena berbagai macam hal seperti saat putus cinta, masalah ekonomi, tekanan perusahaan dan lain sebagainya. 

Perasaan cemas, takut, was-was, terasa begitu mencekik hingga beberapa orang menganggap jika dirinya sedang depresi. Lantas, apa sebenarnya perbedaan stres dan depresi itu ? Cari tahu faktanya pada pembahasan kali ini!

Kenali Perbedaan Stres dan Depresi 

Stres merupakan perubahan reaksi tubuh saat menghadapi ancaman, tekanan, atau dihadapkan dengan situasi baru. Ketika stres, tubuh manusia akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. 

Pelepasan hormon ini membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat, otot-otot menjadi tegang, dan pernapasan menjadi lebih cepat. 

Stres umum terjadi pada setiap orang, baik dewasa, anak-anak, maupun lansia. Tubuh bisa memberikan respons positif dan negatif saat menghadapi stres. 

Respons positif seperti meningkatkan kewaspadaan dan bisa beradaptasi dengan baik. Sedangkan respons negatif ditandai dengan rasa cemas, takut, dan disertai beberapa keluhan fisik. 

Bagaimana dengan Depresi? Depresi merupakan gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam sehingga kehilangan terhadap minat hal yang ia sukai. Seseorang dinyatakan dalam kondisi depresi jika sudah 2 minggu ia masih merasa putus asa, sedih, atau tidak berharga. 

Depresi yang tidak segera ditangani dan terus dibiarkan berlanjut bisa menurunkan produktivitas kerja dan berujung pada bunuh diri. 

Gejala Stres dan Depresi 

Perbedaan stres dan depresi yang paling jelas bisa dilihat dari gejalanya. Berikut gejala stres dan depresi yang umumnya terjadi:

Gejala stres 

  1. Emosi 
  • Frustrasi 
  • Mood swing 
  • Sulit untuk menenangkan pikiran 
  • Bingung 
  • Sering menghindar jika bertemu orang 
  1. Fisik 
  • Pusing
  • Lemas 
  • Diare 
  • Mual 
  • Sembelit 
  • Jantung berdebar 
  • Gangguan tidur 
  • Telinga berdengung 
  • Gemetar 
  • Hasrat seksual menurun 
  • Susah menelan 
  • Mulut kering 
  1. Perilaku 
  • Sering menghindari tanggung jawab 
  • Melamun 
  • Menunjukkan sikap gugup 
  • Sering jalan mondar-mandir
  • Merokok atau mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak 
  1. Kognitif 
  • Sering lupa janji atau saat meletakkan barang 
  • Hilang fokus 
  • Cenderung berpikir negatif 
  • Pesimis 

Gejala Depresi 

1.Psikologis 

  • Merasa cemas berlebih 
  • Merasa khawatir berlebih 
  • Emosi tidak stabil 
  • Merasa sangat putus asa 

2.Fisik 

  • Selalu merasa lelah dengan hidup dan rasanya tidak memiliki tenaga 
  • Sering merasakan nyeri dan pusing tanpa sebab yang jelas 
  • Hilangnya nafsu makan 

Penyebab Stres dan Depresi 

Stres dan depresi memiliki penyebab yang hampir sama, seperti berikut ini: 

Penyebab stres 

  • Memiliki keluarga yang tidak harmonis 
  • Pernah mengalami sebuah peristiwa yang membuat trauma 
  • Masalah ekonomi 
  • Tinggal di lingkungan yang tidak sehat 
  • Tuntutan yang terlalu tinggi seperti pekerjaan atau dalam bidang akademik 
  • Putus cinta 
  • Mengalami kejadian buruk seperti dikhianati, perceraian atau terkena PHK
  • Ditimpa musibah seperti berita duka 

Penyebab depresi

  • Mengalami peristiwa yang traumatis seperti melihat anggota keluarga dibunuh 
  • Tidak sanggup menahan tekanan batin seperti ditinggal orang yang dicintai, terlilit masalah keuangan, masalah keluarga
  • Memiliki pola pikir yang salah seperti toxic positivity 
  • Kecanduan obat-obatan terlarang 

Cara Mengatasi Stres dan Depresi 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres dan depresi yaitu : 

Cara mengatasi stres 

  • Beristirahat dengan tidur yang cukup setiap hari 
  • Mendekatkan diri kepada Tuhan 
  • Berusaha selalu berpikir positif 
  • Meluangkan waktu untuk melakukan me time
  • Membagi beban pikiran kepada orang yang dipercaya seperti keluarga 
  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat 
  • Rutin berolahraga 
  • Bersosialisasi dengan orang lain 
  • Melakukan meditasi atau teknik relaksasi seperti yoga 

Cara mengatasi depresi 

  • Melakukan konsultasi kepada psikiater 
  • Terapi psikologis 
  • Mengonsumsi obat anti depresan 
  • Menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit jika depresi yang diderita parah 

Dari bahasan di atas, perbedaan stres dan depresi terlihat sangat jelas. Jika kamu saat ini sedang mengalami kondisi depresi,  konsultasikan diri kamu ke psikiater jika kamu kesulitan dalam mengendalikan diri. Lalu, jika ada orang terdekatmu yang menunjukkan tanda-tanda depresi, beri pendekatan dan perhatian yang lebih atau kunjungi psikiater untuk penanganan lebih baik.

Inilah Manfaat Omega 3 untuk Ibu Hamil

Salah satu nutrisi yang baik untuk ibu hamil adalah omega 3. Omega 3 untuk ibu hamil memiliki manfaat yang baik untuk perkembangan janin, salah satunya adalah mengurangi risiko bayi lahir prematur.

Kandungan omega 3 bagus untuk perkembangan otak dan mata bayi saat masih dalam kandungan. Manfaat lain dari omega 3 dan sumber nutrisi omega 3 dapat kamu ketahui dengan menyimak ulasan berikut ini.

Tentang Omega 3

Asam lemak omega 3 merupakan lemak sehat yang memiliki peran penting untuk membantu perkembangan saraf otak, tubuh dan mata janin dalam kandungan. Bagi ibu hamil yang mengonsumsi omega 3 selama masa kehamilannya memiliki peluang lebih besar melahirkan bayi yang memiliki kekebalan tubuh yang baik.

Omega 3 merupakan kunci struktur dinding sel dalam tubuh dan menjadi sumber energi untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, sistem kekebalan tubuh serta pembuluh darah.

Sumber Omega 3

Ada tiga jenis asam lemak omega 3, yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA), asam eikosapentanoat (EPA) serta asam alfa-linolenat (ALA).

Ada banyak sumber asam lemak omega 3 untuk ibu hamil, berikut diantaranya:

  • Ikan dan makanan laut

Salah satu sumber omega 3 yang dapat dikonsumsi ibu hamil adalah ikan dan makanan laut. Pastikan untuk memilih ikan dengan kandungan merkuri rendah, seperti ikan sarden, salmon, haring, lele dan teri.

Makanan laut rendah merkuri yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil seperti cumi-cumi, udang, tiram dan lobster.

Ibu hamil harus waspada terhadap ikan tinggi merkuri, karena merkuri yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan sistem saraf dan otak. Selain itu, merkuri dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, pernapasan, pendengaran serta pertumbuhan.

Contoh ikan yang mengandung merkuri berlebih adalah makarel, tuna dan ikan marlin.

  • Kacang kenari

Walnut atau kacang kenari adalah pilihan camilan sehat untuk ibu hamil yang kaya akan omega 3. Kacang jenis ini mengandung lebih banyak ALA daripada jenis kacang yang lain. ALA memiliki manfaat yaitu menurunkan peradangan yang dapat menyebabkan terjadinya preeklamsia dan diabetes gestasional.

  • Telur omega 3

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi telur omega 3 sebagai sumber DHA. Kuning telur sendiri sebenarnya sudah mengandung omega 3, namun kandungannya tidak terlalu tinggi jadi tidak dikategorikan sebagai sumber omega 3. Oleh karena itu, ibu hamil lebih baik memilih telur yang mengandung omega 3 tinggi.

  • Biji rami

Selain mengandung omega 3 untuk ibu hamil, biji rami (flaxseed) juga mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk ibu hamil. Misalnya serat yang melancarkan pencernaan serta menurunkan kolesterol darah.

Ibu hamil dapat mengonsumsi biji rami yang sudah berbentuk bubuk karena biji rami tidak bisa dikonsumsi secara utuh. Biji rami dapat dicampurkan dalam yogurt, roti dan kue.

Mengapa Omega 3 Penting untuk Ibu Hamil?

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang kandungan DHA-nya tinggi dalam darahnya, dapat melahirkan bayi dengan kemampuan motorik, inderawi dan kognitif yang baik.

Kemampuan tersebut berkaitan erat dengan kecerdasan anak, jadi omega 3 dapat membantu anak yang lahir memiliki kecerdasan yang baik. Selain itu, anak juga akan memiliki kekebalan tubuh yang baik dan jarang terserang penyakit.

Mengonsumsi omega 3 setelah melahirkan juga dapat memperlancar ASI, sehingga anak akan mendapat supply ASI yang cukup.

Itulah pentingnya omega 3 untuk ibu hamil, konsumsi omega 3 selama masa kehamilan untuk membantu tumbuh kembang calon buah hati.

Mengenal Vulvovaginal Candidiasis, Infeksi Jamur pada Vagina

Istilah vulvovaginal candidiasis mungkin terdengar asing bagimu. Namun, tahukah kamu bahwa vulvovaginal candidiasis adalah infeksi pada vagina yang sering dialami oleh wanita? Saking seringnya, peneliti meyakini 3 dari 4 wanita pernah mengalami vulvovaginal candidiasis.

Mengingat risiko infeksi yang sangat sering terjadi, kamu perlu tahu lebih lanjut tentang vulvovaginal candidiasis. Simak baik-baik artikel di bawah ini mengetahuinya, yuk!

Pengertian vulvovaginal candidiasis

Vulvovaginal candidiasis adalah infeksi jamur pada vagina. Kondisi ini sering disebut juga dengan vaginal candidiasis dan candidal vaginitis. Selain itu, banyak pula yang menyebut infeksi ini hanya dengan sebutan Candidiasis

Kandidiasis vagina banyak dialami oleh wanita, khususnya yang masih berada dalam usia reproduksi. Wanita dewasa yang telah pubertas atau telah menopause pun juga memiliki risiko terkena infeksi, tetapi tidak sebesar perempuan dalam usia reproduksi.

Penyebab vulvovaginal candidiasis

Kandidiasis vaginalis disebabkan oleh jamur yang bernama Candida albicans. Sebenarnya, jamur ini hidup secara alami dalam tubuh. Candida albicans bisa ditemui dalam mulut, kulit, tenggorokan, usus, dan vagina dalam jumlah yang sedikit.

Kehadiran candida dalam vagina diseimbangkan oleh lactobacillus yang berfungsi mencegah pertumbuhan berlebih dari jamur candida. Peran lactobacillus sangat penting, sebab jumlah Candida albicans dalam vagina tidak boleh terlalu banyak.

Jika jamur candida tumbuh berlebihan, ia akan masuk ke dalam lapisan sel vagina sehingga menyebabkan vulvovaginal candidiasis. Pertumbuhan candida yang tidak terkontrol itu bisa disebabkan oleh:

  • Penggunaan antibiotik
  • Penggunaan kontrasepsi oral atau terapi hormon
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Kehamilan. Ibu hamil yang memiliki kadar hormon estrogen tinggi lebih mudah terkena infeksi jamur kandida
  • Terganggunya sistem imun, bisa karena infeksi HIV, kemoterapi, atau penggunaan steroid.

Gejala vulvovaginal candidiasis

Gejala vulvovaginal candidiasis terdiri dari gejala ringan dan berat. Gejala-gejala yang perlu kamu waspadai yaitu:

  • Rasa sakit dan nyeri pada vagina
  • Rasa gatal dan iritasi pada vagina serta vulva
  • Rasa panas seperti terbakar ketika buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Vulva bengkak dan kemerahan
  • Terdapat ruam pada vagina
  • Keputihan tidak normal yang berwarna putih dan berbentuk gumpalan kental
  • Terdapat robekan kecil atau luka pada vulva.

Pengobatan vulvovaginal candidiasis

Kapan kamu harus ke dokter? Kamu bisa mengunjungi dokter jika mengalami gejala-gejala infeksi jamur pada vagina di atas.

Diagnosis oleh dokter dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina. Sampel tersebut kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk melihat adanya pertumbuhan jamur Candida albicans.

Pengobatan yang efektif untuk menghilangkan kandidiasis vaginalis yaitu:

  • Minum obat antijamur seperti flukonazol atau itrakonazol.
  • Mengoleskan krim antijamur ke dalam vagina, seperti mikonazol, klotrimazol, butokonazol, dan terconazole.
  • Menggunakan obat antijamur untuk vagina dalam bentuk tablet atau suppositoria, seperti mikonazol.

Pencegahan vulvovaginal candidiasis

Vulvovaginal candidiasis tentu bisa kamu cegah dengan mengikuti cara-cara di bawah ini:

  • Mengenakan pakaian dalam dari bahan katun agar bisa menyerap keringat.
  • Menghindari pemakaian pakaian dalam dan stocking yang terlalu ketat.
  • Menghindari penggunaan sabun pembersih area intim, pembalut, atau tampon yang beraroma.
  • Menghindari penggunaan douche, yaitu cairan pembersih vagina yang mengandung air, cuka, dan pewangi. Douche akan menghilangkan bakteri normal di vagina yang berguna untuk menghindari infeksi.
  • Tidak mengenakan pakaian dalam yang basah untuk terlalu lama. Baik basah karena keringat, cairan keputihan, atau darah menstruasi.
  • Berhati-hati dengan penggunaan antibiotik. Tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dari dokter. Hanya gunakan antibiotik ketika dibutuhkan dan sesuai dengan anjuran dokter.

Meskipun vulvovaginal candidiasis adalah kondisi yang banyak dialami oleh wanita, jangan sampai kamu menyepelekannya, ya. Sebab, infeksi vagina yang disebabkan oleh jamur itu bisa kronis jika tidak ditangani.

Lebih baik kamu mencegah daripada mengobati. Maka, yuk sayangi dirimu dengan menjaga kebersihan area kewanitaan agar tidak terkena infeksi jamur vagina.

7 Cara Berhubungan Intim Yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan

Bagi pasangan suami-istri, aktivitas seksual yang dilakukan tidak selalu berbuah pada hamilnya seorang istri. Terkadang, pasangan suami-istri mencari cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan karena mereka sudah tidak ingin memiliki momongan lagi. 

Banyak alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, seperti tuntunan pekerjaan ataupun ingin memperdalam hubungan antara kedua pasangan tersebut.

Ingin tahu apa saja cara yang bisa dilakukan saat berhubungan intim untuk mencegah terjadinya kehamilan seorang istri? Langsung saja, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini:

Ingin Mencegah Kehamilan? Ikuti Cara Berikut!

Secara umum, banyak cara yang bisa dilakukan oleh pasangan suami-istri untuk mencegah kehamilan saat melakukan hubungan seksual. Tentu saja, cara-cara tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan yang bisa kamu praktikkan nantinya:

  • Jangan melakukan aktivitas seksual saat kondisi haid

Melakukan aktivitas seksual saat istri sedang haid memungkinkan sperma suami akan bertahan di dalam rahim istri. Terlebih lagi, sperma pria bisa bertahan hidup di dalam rahim selama lima hari.

Sehingga, secara tidak langsung, memungkinkan sperma tersebut untuk membuahi sel telur wanita yang akan dilepaskan setelah masa haid berakhir.

  • Gunakan alat kontrasepsi

Cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan tanpa kb bisa dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom.

Pastikan suami menggunakan kondom secara benar sesuai aturan pemakaian yang sudah dianjurkan. Mengapa? Pemakaian kondom yang tidak benar bisa mengakibatkan kebocoran dan membuat sperma yang tertahan di dalam kondom masuk ke dalam vagina.

Dengan demikian, kondisi tersebut bisa membuat istri tetap mengalami kehamilan, meskipun sudah menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi.

Apabila kamu menggunakan alat kontrasepsi dan menjalankan semua anjuran yang diberikan oleh dokter, maka penggunaan alat kontrasepsi sangat bagus untuk mencegah terjadinya kehamilan pada istri.

  • Usia

Seorang wanita akan mengalami masa subur atau bisa mengalami proses kehamilan saat mereka berada di usia 20 hingga 30-an tahun.

Saat mencapai usia 40 tahun ke atas, seorang wanita akan mengalami menopause atau masa di mana seorang wanita tidak lagi mengalami haid. Sehingga, saat melakukan hubungan intim pada usia menopause tersebut, risiko untuk hamil sangat rendah.

  • Memasuki masa menyusui

Saat seorang wanita berada pada masa menyusui, kemungkinan untuk terjadinya kehamilan sangat rendah.

Pada saat itu, hormon estrogen wanita akan ditahan tubuh secara alami. Hormon estrogen berperan penting bagi wanita untuk memperoleh menstruasi di setiap bulannya. Kondisi tersebut memungkinan istri sangat rendah untuk hamil usai berhubungan seksual.

  • Menggunakan metode “pull out” bagi pria

Pull out merupakan metode atau cara dalam berhubungan intim yang harus kamu ketahui karena cukup efektif mencegah terjadinya proses kehamilan pada istri.

Saat seorang pria akan mencapai klimaks atau orgasme, cairan sperma tidak dikeluarkan di dalam organ intim wanita, melainkan di keluarkan di luar. 

Hal tersebut untuk mencegah terjadinya bertemunya sperma pria dengan sel telur wanita melalui proses pembuahan. 

Meski demikian, metode pull out tetap berpotensi kecil menimbulkan kehamilan karena terkadang cairan semen yang masuk ke dalam vagina mengandung sel sperma. Sel sperma itulah yang bisa membuah sel telur di dalam tuba fallopi nanti.

Gaya Seks yang Tidak Menyebabkan Kehamilan

Selain itu, kamu juga bisa mengenal tentang cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan dengan memilih untuk menerapkan berbagai posisi gaya berhubungan seksual yang pas. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  • Posisi hypersex
  • Posisi sitting-cowgirl atau wanita berada pada posisi duduk saat berhungan intim.
  • Posisi reverse-cowgirl atau wanita berada pada posisi membelakangi pria saat berhungan intim.
  • Posisi on-the-lap atau posisi di mana seorang wanita berada di pangkuan pria saat melakukan aktivitas seksual.
  • Posisi standing atau posisi di mana pasangan, baik suami maupun istri, kedunya berada dalam keadaan berdiri untuk melakukan aktivitas seksual.

Cara berhubungan intim yang tidak mengakakibatkan kehamilan seperti di atas bisa kamu pelajari dengan baik. Tentunya enam cara di atas ditambah dengan penentuan gaya seksual memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semoga bermanfaat!