Memilih Sunscreen untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Selama masa kehamilan dan menyusui seorang perempuan lazim mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya. Perubahan ini utamanya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang mempengaruhi baik kondisi fisik dan mental, bahkan habit atau kebiasaan.

Oleh sebab itu perlu adanya penyesuaian yang perlu dilakukan oleh seorang perempuan selama masa hamil dan menyusui. Termasuk dalam hal memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui.

Dalam hal perawatan kulit, fungsi Sunscreen adalah untuk memberi perlindungan dari bahaya sinar ultraviolet (UV-A dan UV-B) dari matahari. Sunscreen memang sangat penting untuk diaplikasikan karena mampu mencegah bahaya sinar matahari yang dapat memicu kanker serta menimbulkan berbagai masalah kulit mempercepat penuaan dini.

Namun, sebagai sebuah produk yang terdiri dari beragam bahan kimia, memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui juga harus disesuaikan.

Beberapa dari kamu mungkin bertanya apakah ibu hamil boleh pakai sunscreen?

Jawabannya adalah tentu saja boleh. Menggunakan sunscreen untuk ibu hamil justru sangat disarankan.

Hal ini dikarenakan sunscreen dapat membantu mencegah dan melawan bahaya paparan sinar matahari di kulit ibu hamil yang cenderung lebih sensitif karena adanya aktivitas hormonal yang berubah. Oleh sebab itu memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui yang aman dan tidak membahayakan bayi merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh ibu.

Sebelum membahas tips memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui, Kamu wajib tau bahwa sunscreen sendiri terdiri atas tiga jenis yakni:

  1. Chemical sunscreen

Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar utraviolet dari matahari dan kemudian memecahnya agar tidak masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Chemical sunscreen terdiri dari beragam bahan kimia aktif seperti oxybenzone, avobenzone, octinoxate, octocrylene, octisalate, dan ecamsule.

Sunscreen jenis ini telah terbukti mampu menjaga kulit dari bahaya paran sinar UV. Keunggulan lainnya dalah mudah diserap kulit, tekturnya ringan, serta tidak menimbulkan white cast atau lapisan putih di permukaan kulit.

Namun demikan, chemical sunscreen memiliki potensi risiko efek samping yang lebih tinggi, seperti iritasi dan alergi, utamanya bagi pemilik kulit sensitif. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia dalam chemical sunscreen yang diserap oleh kulit dan masuk ke sistem peredaran darah.

  1. Physical sunscreen

Physical sunscreen disebut juga mineral sunscreen. Sunscreen ini bekerja dengan cara membentuk lapisan di permukaan kulit untuk memantukan sinar ultaviolet dari matahari sehingga tidak masuk ke dalam kulit. Dengan kata lain, physical sunscreen bekerja seperti pasukan benteng yang menghalangi sinar UV masuk.

Physical sunscreen terdiri dari bahan aktif utama seperti titanium dioxide dan zinc oxide. Sunscreen ini juga sudah terbukti efektif untuk menangkal bahaya sinar UV. Namun, biasanya banyak orang yang kurang suka dengan chemical sunscreen karena menimbulkan white cast di kulit serta kurang cocok untuk kulit berjerawat dan berminyak.

  1. Hybrid sunscreen

Hybrid sunscreen hadir sebagai terobosan baru, yakni sebagai gabungan antara physical dan chemical sunscreen.

Sunscreen jenis hybrid ini punya keunggulan untuk lebih tidak mengiritasi kulit seperti physical sunscreen sekaligus tidak menimbulkan white cast layaknya chemical sunscreen. Sunscreen hybrid juga dinilai lebih cocok untuk jenis kulit berjerawat dan berminyak serta kombinasi.

Namun, ada juga pendapat yang menyebutan bahwa kekurangan dari hybrid sunscreen adalah efektivitasnya yang mudah menurun sehingga harus lebih sering mengaplikasikan ulang.

Nah, setelah tahu tentang jenis-jenis sunscreen, perbedaan, serta kelebihan dan kekurangannya, maka kini tiba saatnya kita membahas tips memilih sunscreen aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Satu tips utama dalam memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusia adalah menghindari suncreen yang mengandung oxybenzone dan benzophenone-3. Menurut para ahli kedua bahan aktif ini dapat diserap tubuh dan masuk ke plasenta sehingga dapat mempengaruhi hormon serta berbahaya bagi janin sekaligus dapat mempengaruhi ASI ibu.

Para ahli merekomendasikan ibu hamil dan menyusui untuk memilih sunscreen yang berbahan dasar titanium dioxide dan zinc oxide atau mineral sunscreen. Sunscreen jenis ini dinilai lebih aman karena tidak diserap ke dalam kulit sehingga mengurangi risiko terserap ke sistem aliran darah dan plasenta.

Nah, demikian tips memilih sunscreen untuk ibu hamil dan menyusui yang aman. Kamu sebaiknya beralih memilih mineral sunscreen yang bebas dar kandungan oxybenzone dan benzophenone-3 selama masa hamil dan menyusui agar terhindar dari risiko yang dapat memberi efek samping bagi bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.