Kilasan Kesehatan

5 Fungsi Serviks dan Cara Menjaganya

Serviks terletak di bagian bawah atau bagian leher rahim. Serviks memiliki panjang sekitar 1 inchi dan lebar 1 inchi dan membuka ke dalam vagina. Secara umum, serviks memiliki fungsi sebagai pintu masuk sperma untuk dapat masuk ke dalam rahim. Namun, masih ada fungsi serviks lainnya. Apa saja fungsi serviks yang lain? Simak di sini, ya!

Apa Itu Serviks?

Serviks merupakan organ fibromuskular yang membentuk saluran antara bagian bawah, ujung sempit rahim, dan vagina. Serviks biasanya memiliki panjang 1 inchi atau sekitar 2-3 cm. Akan tetapi, ukuran serviks dapat berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia seseorang, genetika, dan apakah orang tersebut pernah melahirkan atau belum.

Fungsi Serviks

Sebagai organ yang memainkan peran penting dalam reproduktivitas wanita, serviks memiliki beberapa fungsi yang membantumu melalui fase-fase yang dialami wanita. Berikut ini merupakan penjelasan beberapa fungsi serviks yang perlu kamu tahu.

1. Menjalankan Fungsi Menstruasi

Selama menstruasi, serviks akan terbuka sedikit. Pembukaan serviks ini akan memungkinkan darah menstruasi keluar dari rahim

2. Melindungi Organ Reproduksi

Lapisan pada serviks mengandung kelenjar yang bisa memproduksi dan melepaskan lendir. Lendir-lendir inilah yang akan mencegah bakteri jahat menyebar ke organ lain pada sistem reproduksi kamu, lho!

3. Menjaga Kesuburan Wanita

Selama masa ovulasi, lendir serviks akan menipis. Penipisan lendir serviks ini bertujuan untuk memperbesar kemungkinan akses sperma yang potensial untuk masuk ke dalam rahim. Hal ini akan memungkinakna sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur, sehingga memperbesar kemungkinan untuk terjadi kehamilan.

4. Berperan Penting dalam Proses Persalinan

Fungsi serviks yang keempat adalah membantu atau memiliki peran penting dalam proses persalinan. Selama persalinan, serviks akan melebar dan memungkinkan bayi untuk keluar dengan lebih mudah. Seperti yang kamu tahu, serviks bisa melebar hingga 10 cm. Menurut dokter, lebar 10 cm pada serviks ketika persalinan ini merupakan pelebaran sempurna.

Selama masa kehamilan, serviks tetap mempertahankan bentuknya. Namun, saat melahirkan, serviks akan menjadi lebih fleksibel. Yang perlu digarisbawahi adalah tenaga medis profesional belum sepenuhnya memahami perubahan fisik serviks selama masa kehamilan dan persalinan pada manusia.

5. Menjaga Tubuh Selama Masa Kehamilan

Fungsi serviks berikutnya adalah membantu menjaga tubuh selama masa kehamilan. Saat hamil, lendir serviks pada wanita akan mengental. Lendir kental ini akan membentuk sumbat di saluran serviks. Sumbatan lendir ini berfungsi sebagai pencegah virus dan bakteri jahat yang hendak memasuki raham dan bisa membahayakan janin yang sedang tumbuh.

Selain itu, serviks akan menjadi lebih kencang dan kuat selama masa kehamilan. Hal ini berfungsi untuk melindungi janin yang sedang tumbuh hingga siap untuk dilahirkan nantinya.

Cara Menjaga Kesehatan Serviks

Untuk menjaga fungsi serviks bagi reproduktivitas tubuhmu, kamu perlu menerapkan cara-cara tertentu agar kamu bisa tetap sehat dan produktif. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan serviks.

1. Melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan minimal setahun sekali atau lebih sesuai dengan saran dokter.

2. Melakukan pemeriksaan serviks secara berkala sesuai dengan saran dari dokter.

3. Mendapatkan vaksin HPV untuk melindungi diri dari jenis HPV tertentu.

Selain menerapkan beberapa cara di atas, kamu juga harus menjaga pola makan dan gaya hidup sehat secara mandiri agar fungsi serviks dapat terus berjalan dengan baik. Hal ini dapat kamu mulai dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman bergizi serta diimbangi dengan olahraga yang teratur.

5 Tips untuk Menjaga Kebugaran Jasmani

Mens sana in corpore sano, pasti kamu sudah tak asing mendengarnya bukan? Artinya, di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang kuat. Memiliki tubuh yang sehat dan jiwa kuat adalah harapan dari banyak orang.Untuk mendapatkannya, hal yang paling utama adalah bagaimana menjaga kebugaran jasmani.

Dengan fisik yang bugar dan tubuh yang sehat, kamu dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Selain itu, kebugaran jasmani juga dapat menghindarkan kamu dari gejala stress dan depresi lho. Nah, untuk menjaga kebugaran jasmani dilakukan dengan apa ya? Mari simak penjelasan di bawah ini.

1. Rutin olahraga

Menjaga kebugaran jasmani sangat identik dengan rutin melakukan olahraga. World Health Organization (WHO) menyarankan setiap orang berusia 18-65 tahun agar rutin melakukan olahraga, minimal 150 menit per minggu.

Buat kamu yang baru mau memulai, jangan khawatir. Kamu bisa melakukannya perlahan, dimulai dengan olahraga 2 kali sehari selama 15 menit atau 3 kali sehari selama 10 menit. Pastikan untuk konsisten melakukannya paling sedikit 3-5 hari per minggu ya. 

Agar lebih efektif, kamu bisa memulai dengan intensitas rendah hingga sedang. Alternatif jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan antara lain: jogging, gowes alias bersepeda santai, senam aerobik, berenang, dan sebagainya.

Jika tubuh sudah terbiasa, kamu dapat menambah durasi dan frekuensi olahraga, serta jenis olahraga yang paling sesuai dengan tujuan kamu.

Selain jenis olahraga yang disebutkan di atas, ada beberapa latihan lain yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, seperti:

  • Olahraga membentuk otot melalui latihan angkat beban atau gerakan kalistenik. 
  • Olahraga melatih ketahanan melalui latihan sit-up, push-up, pull-up, dan squat.
  • Olahraga melatih keseimbangan melalui latihan tai chi, core training, dan taekwondo.
  • Olahraga melatih fleksibilitas melalui yoga dan gerakan stretching untuk meningkatkan kelenturan dan memperbaiki postur tubuh

Olahraga secara rutin memang sangat penting untuk menjaga kebugaran jasmani, namun kamu tetap perlu memerhatikan batas tubuhmu agar tidak berlebihan atau bahkan membuat cedera.

2.Aktif bergerak

Jika ada pertanyaan, bagaimana meningkatkan kebugaran jasmani dengan mudah? Jawabannya adalah dengan aktif bergerak. Berbeda dengan olahraga yang sebagiannya membutuhkan biaya, cara ini sangat mudah dilakukan kapanpun dan dimanapun, bahkan tanpa biaya.

Melansir dari Kemenkes, sebuah laporan dari lembaga medis bergengsi Mayo Clinic menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko kematian dini ban berbagai penyakit seperti kardiovaskuler, kanker dan diabetes tipe 2.

Kamu dapat melakukan berbagai aktivitas fisik baik ketika senggang maupun sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Misalnya, memilih untuk menaiki tangga alih-alih menggunakan eskalator, mengambil air minum di sela-sela duduk mengerjakan tugas, atau sekedar meluangkan waktu 10 menit untuk berjalan-jalan di sekitar rumah.

3. Makan makanan sehat dan bergizi

Cara selanjutnya untuk menjaga kebugaran jasmani dilakukan dengan menjaga pola makan. Langkah yang dilakukan untuk menjaga pola makan adalah dengan makan secara teratur agar dapat melengkapi energi yang diperlukan untuk bergerak.

Menjaga pola makan juga berarti kamu perlu memastikan kebersihan dan kandungan gizi yang terdapat dalam makananmu. Pola makan teratur yang dibarengi dengan makanan sehat dan bergizi seimbang akan membuat kamu lebih fit serta dapat mencegah berbagai penyakit seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, serta penyakit lainnya.

4. Cukup tidur

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya…. Eaaaa…. Sepenggal lirik lagu milik Bung Rhoma ini memang benar adanya. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan dampak negatif begadang bagi kesehatan.

Untuk itu, jika ingin menjaga kebugaran jasmani, kamu memerlukan tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur dapat membantu proses pemulihan otot, serta memperbaiki kerja jantung dan pembuluh darah setelah melakukan aktivitas seharian. Selain itu, tidur juga dapat membantu tubuh untuk membuang racun dan mengatur kembali kadar gula darah.

Orang dewasa mulai umur 18-65 tahun ke atas dianjurkan untuk tidur malam selama 7-8 jam, sementara anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur malam yang lebih lama lagi. Tak hanya tidur yang cukup, tapi juga berkualitas.

Dengan tidur yang berkualitas, saat kamu bangun keesokan harinya tubuh akan menjadi segar dan bugar, serta kamu siap untuk memulai aktivitas lagi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas antara lain: meredupkan lampu kamar tidur, berhenti menggunakan handphone, dan membuat jadwal tidur malam dan bangun pagi di waktu yang sama.

5.Tidak merokok dan minum alkohol

Terakhir, hindari merokok dan minum alkohol. Rokok dan alkohol adalah dua hal yang membawa dampak buruk bagi kesehatan. Efek negatif yang ditimbulkan rokok dan alkohol akan membuat semua yang kamu lakukan untuk menjaga kebugaran jasmani berakhir sia-sia.

Zat kimia yang terkandung dalam sebatang rokok akan berubah menjadi racun yang kamu hisap dan menggerogoti hampir semua organ tubuh. Penyakit utama yang dapat ditimbulkan oleh asap rokok adalah penyakit pada paru-paru seperti bronkitis, pneumonia, TBC, dan kanker.

Namun jangan salah, rokok juga dapat menyebabkan impotensi dan rusaknya organ reproduksi laki-laki dan wanita. Bagi ibu hamil, asap rokok bahkan dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat janin. Selain itu, rokok juga dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti penyakit lambung dan stroke, serta penyakit kronis lainnya.

Begitupun dengan alkohol. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit hati seperti sirosis hati, kanker hati, pankreatitis. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, masalah lambung, serta gangguan kesehatan mental seperti gangguan memori, ketergantungan alkohol, dan berbagai kondisi psikologis lainnya.

Bagaimana? Mudah bukan? Sebelum menjaga kebugaran jasmani dilakukan dengan cara-cara di atas, perkuat lagi niat untuk menjaga kebugaran jasmani agar dapat hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Setelah itu, mulailah dengan baby steps atau langkah kecil. Semangat!

Bagaimana Bentuk Tulang Paha Manusia dan Fungsinya? Ini Penjelasannya!

Pernahkah Kamu bertanya bagaimanakan bentuk tulang paha manusia sebenarnya serta apa saja fungsinya?

Yuk, terus ikuti artikel ini untuk penjabaran lebih lanjut mengenai bentuk tulang paha pada manusia serta fungsinya.

Dalam bahasa Latin, nama tulang paha manusia adalah tulang humerus. Tulang paha merupakan salah satu tulang terbesar dan terpanjang yang menyusun rangka tubuh manusia bagian bawah.

Tulang paha menjadi tulang yang menghubungkan panggul dan lutut manusia. Dan berdasarkan anatominya bentuk tulang paha manusia bisa dibilang menyerupai pipa yakni mempunyai rongga di dalamnya, sehingga tulang paha digolongkan ke dalam kelompok tulang pipa.

Beberapa tulang lain yang termasuk jenis tulang pipa contohnya tulang lengan atas, tulang betis, tulang hasta, dan pengumpil.

Fungsi Tulang Paha

Sebagai salah satu tulang yang terbesar dan terpanjang yang menyusun rangka bagian bawah manusia, tulang paha punya fungsi utama untuk menjadi penopang tubuh manusia. Namun, tentunya itu bukanlah satu-satunya fungsi tulang paha.

Berikut adalah beberapa fungsi utama tulang paha manusia:

  1. Sebagai penopang tubuh

Tulang paha merupakan tulang terbesar, terpanjang, serta paling kokoh yang menyusun rangka tubuh bagian bawah manusia. Tulang paha berfungsi sebagai penopang tubuh serta untuk menjaga keseimbangan.

  1. Tulang utama pada rangka bagian bawah (kaki)

Tulang paha merupakan tulang utama yang menyusun rangka kaki manusia. Tulang ini menghubungkan bagian rangka atas tubuh manusia, yakni panggul, dengan bagian anggota gerak bawah yakni kaki.

Di bagian bawah tulang paha, atau disebut juga distal, melekat bermacam tulang penyusun kaki seperti tulang kering, betis, serta lutut yang berfungsi untuk bergerak.

  1. Untuk membantu pergerakan tubuh

Sebagai bagian penghubung antara rangka bagian atas dan rangka bagian bawah tubuh manusia, tulang paha mempunyai peranan besar dalam pergerakan tubuh manusia terutama tubuh bagian bawah.

Tulang paha membantu tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan seperti berdiri tegak, berjalan, berlari, jongkok. Bagian tulang paha sebelah atas yang terhubung pada sendi peluru di pinggul memungkinkan paha untuk bergerak ke segala arah sehingga kaki bisa digerakkan ke segala arah pula.

  1. Tempat melekatnya lutut

Sedangkan bagian bawah tulang paha, atau disebut juga distal, merupakan tempat melekatnya lutut. Di bagian ini terdapat sendi engsel yang dapat memungkinkan kita untuk menekuk lutut.

  1. Tempat memproduksi darah merah

Bentuk tulang paha yang seperti pipa dan berongga di tengahnya berfungsi sebagai tempat sumsum tulang berada. Sumsum tulang ini berfungsi untuk membentuk sel-sel darah merah serta sel lemak bagi tubuh manusia.

Cara Menjaga Tulang Dan Otot Paha Tetap Sehat Dan Kuat

Dengan fungsinya yang vital tersebut, maka kita hendaknya menjaga kesehatan dan kekuatan tulang serta otot paha kita agar tidak mudah mengalami cedera atau kerusakan, seperti misalnya bahaya osteoporosis (pengeroposan tulang) atau cedera patah tulang akibat kecelakaan.

Berikut adalah beberapa tips cara menjaga tulang dan otot paha:

  1. Rutin berolahraga

Olahraga merupakan suatu kewajiban untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk juga tulang dan otot paha. Dengan melakukan olahraga rutin, serta memasukkan jenis latihan yang memang berfokus untuk melatih kaki, maka kita melatih kekuatan tulang dan otot bagian kaki agar lebih kuat, padan, dan juga lentur.

Contoh olahraga yang bisa dilakukan di rumah untuk melatih kaki antaranya squat dan lunges beserta seluruh variasinya.

  1. Makan makanan yang sehat

Makanan yang sehat tentunya sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Makanan dengan kandungan mineral seperti zat besi dan zinc dapat membantu menjaga kepadatan tulang sehingga tulang tidak mudah keropos.

Selain itu, makanan yang kaya protein juga berfungsi untuk membantu menjaga dan memperbaiki jaringan otot agar tetap kuat, padat , dan lentur.

  1. Melakukan pemanasan sebelum olahraga

Selain olahraga, pemanasan sebelum olahraga juga sangat penting. Pemanasan sebelum olahraga dapat membantu mengurangi risiko cedera pada saat melakukan gerakan inti dalam olahraga.

Nah, demikian penjelasan mengenai bentuk tulang paha manusia dan fungsinya serta tips-tips merawat kesehatan tulang dan otot paha.

Inilah Cara Mengatasi Keluar Darah saat Berhubungan Intim

Melakukan aktivitas seksual seperti berhubungan intim termasuk salah satu kegiatan yang akan menjaga keharmonisan dalam kehidupan seksual. Namun, tidak sedikit yang mengalami selaput darah robek saat berhubungan intim untuk pertama kali.

Untuk itu, kamu tidak perlu khawatir, meskipun selaput darah yang robek tersebut relatif terasa sakit, kamu bisa melakukan cara mengatasi keluar darah saat berhubungan intim untuk meminimalisir rasa sakit yang terjadi dan membuat aktivitas seksual menjadi lebih nyaman serta sensasi hubungan seks lebih bergairah lagi.

Langsung saja, bagi kamu yang penasaran apa saja dan bagaimana cara mudah untuk mengatasi darah yang keluar saat melakukan hubungan intim tersebut? simak dengan baik penjelasan di bawah ini.

Mengenal Penyebab Darah Keluar saat Berhubungan Intim

Sebelum mengenal bagaimana cara mudah untuk mengatasi keluarnya darah saat berhubungan intim, terlebih dahulu kamu harus mengetahui penyebab selaput darah pada wanita bisa robek saat berhubungan intim, terutama aktivitas seksual tersebut dilakukan untuk yang pertama.

Langsung saja, ini dia penyebab keluarnya darah saat berhubungan intim yang harus kamu ketahui. Rusaknya organ intim vagina, yaitu adanya robekan pada selaput darah yang terjadi ketika penis mulai masuk ke dalam vagina dan melakukan penetresi atau gesekan pada organ intim tersebut, saat aktivitas seksual atau hubungan intim terjadi.

Di sisi lain, kamu juga harus mengetahui bahwa keluarnya darah setelah melakukan hubungan intim lebih dikenal dengan pendarahan postcoital yang terjadi pada semua usia. Secara umum, pada wanita yang belum mencapai usia menopause, sumber pendarahan berasal dari leher rahim.

Namun, pada wanita yang telah mencapai usia menopause, pendarahan bisa disebabkan dari berbagai sumber seperti:

  • Rahim
  • Labia
  • Uretra
  • Serviks

Tidak sedikit kasus yang terjadi saat ini, pendarahan saat berhubungan intim bisa berakibat pada terjangkitnya penyakit berbahaya seperti kanker serviks pada organ intim vagina.

Untuk mengurangi rasa sakit dan mengatasi darah yang keluar tersebut, kamu harus menyimak dengan baik penjelasan mengenai cara mengatasi keluar darah saat berhubungan seksual yang tersaji dalam artikel ini.

Cara Mudah Mengatasi Keluar Darah saat Berhungan Intim

Setelah kamu mengetahui penyebab keluarnya darah saat aktivitas seksual terjadi, untuk mengurangi rasa sakit akibat penetrasi atau gesekan dari Mr. P pria, kamu juga harus mengetahui cara untuk mengatasi hal tersebut.

Bagi kamu yang ingin mengetahui bagaimana cara mengatasi agar tidak keluar darah saat berhubungan intim, sebaiknya menyimak dengan baik penjelasan dalam artikel berikut.

Berhenti Melakukan Hubungan Seks

Hubungan intim merupakan kegiatan seksual yang dilakukan oleh dua orang. Apabila kamu dan pasangan merasakan darah keluar saat berhungan seks, segera hentikan. Sampai kamu dan pasangan kembali dalam keadaan bergairah serta nyaman untuk berhubungan badan.

Obati Luka yang Ada

Keluarnya darah saat berhubungan intim bisa disebabkan adanya luka di bagian luar. Apabila mengalami pendarahan di tubuh bagian luar, segera obati dengan menggunakan obat luka yang telah diteteskan pada kapas.

Lakukan Pemeriksaan dengan Dokter

Kamu juga bisa menggunakan cara mengatasi keluar darah saat berhungan intim apabila kedua cara yang telah disebutkan sebelumnya belum membuahkan hasil. Kamu bisa melakukan pemeriksaan kepada dokter. Pastikan, sebelum melakukan pemeriksaan, kamu telah memakai pembalut.

Penjelasan tentang cara mengatasi keluar darah saat berhubungan intim seperti diatas, bisa kamu coba dengan tepat, terutama apabila kamu dan pasangan akan melakukan hubungan seksual untuk yang pertama kali. Sebelum berhubungan intim, untuk meningkatkan stamina, kamu juga mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan kandungan gizi.

Sumber:

https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/what-causes-a-woman-to-bleed-after-sex/

https://www.healthline.com/health/womens-health/bleeding-after-sex#causes